Friday, August 8, 2008
MALAS
huh malas nk update....tak de mood...len kali jerk la kalau rajin.....
Friday, June 27, 2008
Boleh Tahan Ley!!!!!!!!!!
........................................................................................
ades....baru ri ni aku kesempatan menggblog kan diri...
dua tiga menjak ni...aku busy sal yg kat atas tuh ler...tak bis2 duk kire wit org..
wit aku gak yg tak dok....ish ish...
hermmm tp bahaya gak kan.....wit2 tuh seme...aku yang g cash out sendirik..
lau ada perompak ke nanti...tak ke gak aku yg nanye..ish ish...dah ler takde bodyguard..
3 kali aku cash out duit lam masa satu hari..sekali cash out 50 ribu...tak muat beg aku nak tarok wit tu seme....dengan takot2 nyer aku bawak wit tuh seme kat opis..ish3 bahaya tul la...
tapi Alhamdulillah la...semenye selamat...:)
......................................................................................................
acely aku ni banyak tol la masalah...tp aku tak tau apa masalah aku...ades!!!
tapi hari2 aku saket jiwa...uwaaaaaaaaaaaa...gejadah nye lah...ish
ntah la...tak tau nak taip la kat sini...wakakakaa...tk suke laks aku nak menaip pepanjang kat sini..
biar jerk la...aku lebih tahu................
Saturday, June 21, 2008
SEMPURNA

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
akan slalu memujamu
Disetiap langkahku
akan slalu memujamu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan
hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
tgk Najat n bezday she
ni time kat umah she n acap...tgk baby nyer najat :)
Friday, June 20, 2008
Busy
Huk alor....busy ley..tak sempat nak mengengggblog...ades..
len kali la updates....bye bye..huhu :P busy :-h
Monday, June 9, 2008
Seribu Tahun
Relaku menunggumu
seribu tahun lama lagi
Tapi benarkah hidup aku
akan selama ini
Biar berputar ke arah selatan
ku tak putus harapan
Sedia setia
Relaku mengejarmu
Relaku mengejarmu
seribu batu jauh lagi
Tapi benarkah kaki ku-
kan tahan sepanjang jalan ini
Biar membisu burung bersiulan
terlelah gelombang lautan
Ku masih setia
Adakah engkau tahu…
Adakah engkau tahu…
ini cinta
Adakah engkau pasti…
ini untuk selama-lamanya
Relaku menunggumu
Relaku menunggumu
seribu tahun lama lagi
Tapi benarkah hidup
aku akan selama ini… yeah…
Biar berputar ke arah selatan
ku tak putus harapan
Sedia setia
Jangan putus harapan…
Jangan putus harapan…
sedia setia……
Madah sekeping Hati
Sudah terlalu lama berjalan
Dan aku kelelahan
Didalam sebuah perjalanan
yang agak panjang dan meletihkan
Ku lihat....
berbagai-bagai ragam manusia
dan bermacam-macam lakunan kehidupan
serta wajah2 yang beraneka rupa....
dengan seribu alasan dan seribu kehendak!
Ku lihat.....
Apa yang ramai ialah....
Wajah2 dan hati yang pandai berpura-pura
Wajah2 dan hati yang hanya pentingkan diri sendiri sahaja
Wajah2 dan hati yang gilakan wang dan harta!
Wajah dan hati yang mengejar nama!
Wajah2 dan hati yang telah hilang keluhurannya!
Dimana hati yang mulia?
Dimana jiwa yang suci?
Dimana manusia2 yang luhur lagi berbakti?
yang hidup hanya semata-mata mengharap keredaan Tuhannya?
Dimana...
Dimana...?
Resahku

aku tidak mengerti kenapa dari hari kehari
aku jadi tak menentu
ku pandang,kiriku pandang kanan semuanya hambar
dulu impianku berbunga kasih
kini aku rasa ianya semakin layu
aku tidak mengerti kenapa biasa jadi begini
akukah yang bersalah?
akukah yang mencetus segalanya?
kenapa aku diletakkan dalam situasi begini?
aku ingin melihat bunga-bunga
kasih bersemi kembali
aku ingin satukan hati-hati mereka
menjadi akrab seperti dahulu
aku tidak berdaya
kalau boleh ingin ku satukan
agar yang jauh kita dekatkan
yang keruh kita jernihkan
tapi aku tidak tahu bagaimana
aku ingin melihat seperti dulu
lupakan segalanya
bina kehidupan baru
aku tak mahu lagi air mataku
tumpah keranamu
kenapa tiada siapa yang mengerti
resahku ini
siapa..siapa?????
bagaimana lagi harus ku katakan
yang aku tidak rela ini semua terjadi
aku tidak rela melihat ianya
musnah dan berkubur begitu sahaja
hanya dengan sekelip mata.....
kini segalanya layu
seperti hatiku sudah hilang cerianya
kenapa biarkan begini?
andai diberi pilihan aku tidak akan memilih
kerana aku memerlukan semuanya dalam hidupku ini
aku tidak rela mereka pergi dari hidupku
siapakah yang mengerti perasaanku ini???????
siapa???????
biarlah,hanya padaMU tempataku mengadu
Tuhan
kerana aku tahu KAU sahaja yang mendengar akan resahku ini
Tiada daya upayaku melainkan dengan kuasaMU TUHAN....
Thursday, June 5, 2008
Tanbihul Ghafilin (Peringatan bagi yang lupa)
Dengan nama Allah s.w.t. yang Maha Agung, Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan segala Puji-pujian serta Kebesaran yang selayak dengan Kekuasaan-Nya yang mengandungi Keberkatan, Kelazatan, Kemanisan, Ketenangan dan Ketenteraman yang tidaklah tersembunyi kepada orang yang pernah menyebut nama yang suci itu dan pernah mencintai-Nya buat beberapa lama.
Sabda junjungan Agung kita semua umat Islam Baginda Rasulullah s.a.w: "Ballighu anni walau aayah" (Sampaikanlah apa yang kamu dapat daripadaku walau hanya satu ayat)
....................................................................................................................
Thursday, May 29, 2008
Memerhatikan orang yg tersayang tidur...

Hamba Allah menulis "Assalamualaikum. ..
Seseorang mengirimkan bahan ini. Rasanya elok kita kongsikan...
Renungkan / lihatlah betapa sayangnya kita pada mereka.....
Pernahkah anda menatap orang-orang
yang anda sayang saat mereka sedang tidur?
Kalau belum, cubalah sekali saja menatap
mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling
wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik dan gemerlap pun
akan tampak polos dan jauh
berbeza jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun
jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur.
Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat
dan gagah itu kini semakin tua dan lemah,
betapa rambut-rambut putih
mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras
untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda....
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan
yang dulu halus membelai-belai
tubuh bayi kita itu kini kasar kerana
menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita.
Orang inilah yang tiap hari
menguruskan keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
membebeli kita semata-mata
kerana rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang
yang kita cintai..sayangi itu....
Ayah, Ibu, Suami,
Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir
perlahan-lahan
saat menatap wajah mereka yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir
deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah
dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh
salah faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan tampak lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka
saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka ungkapkan..
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu?
Untuk siapa dia berpenat lelah
Tak lain adalah .....KITA... ...
Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
isteri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang
telah menemani hari-hari suka dan duka
bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan
rasa terharu seketika menerpa jika
mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika
esok mereka "orang-orang terkasih itu"
tak lagi membuka matanya,
untuk selamanya ... """